Bermula dari Motocross, Haikal Bawa Hobi ke Teknologi di Telkom University

Written by

in

Bagi sebagian orang, motocross mungkin hanya sekadar olahraga penuh adrenalin. Namun bagi Haikal, dunia motocross telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil. Suara mesin, lintasan tanah, kecepatan, hingga tantangan di balik setiap tikungan bukanlah sesuatu yang asing baginya. Dari hobi yang tumbuh sejak usia dini itulah, Haikal kemudian melihat motocross bukan hanya sebagai olahraga yang ia gemari, tetapi juga sebagai dunia yang memberinya banyak pengalaman dan sudut pandang.

Perjalanan Haikal sebagai mahasiswa pun tidak kalah menarik. Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan di Telkom University, ia berhasil menunjukkan bahwa kegemarannya di luar akademik tidak menghalanginya untuk berprestasi di dunia pendidikan. Salah satu pencapaiannya adalah keberhasilannya menjadi pemenang Beasiswa OSC terbaik dengan meraih Juara 1 Nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa ketertarikannya pada berbagai bidang berjalan beriringan dengan kemampuan akademiknya.

Tidak berhenti di sana, Haikal juga aktif dalam dunia inovasi dan kompetisi mahasiswa. Pada tahun sebelumnya, ia berhasil membawa karyanya hingga ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan dunia riset, pengembangan teknologi, hingga bagaimana sebuah gagasan harus mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Bagi Haikal, pengalaman mengikuti kompetisi bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga tentang belajar mengubah sebuah permasalahan menjadi sebuah solusi.

Menariknya, kehidupan Haikal tidak hanya berkutat pada kampus dan dunia akademik. Kecintaannya terhadap motocross juga terus ia jalani, bahkan menjadi salah satu identitas yang melekat pada dirinya. Di sisi lain, ia juga aktif sebagai content creator, membagikan berbagai aktivitas, pengalaman, serta hal-hal yang dekat dengan kehidupannya. Tiga dunia tersebut—akademik, motocross, dan kreativitas digital—kemudian berjalan beriringan dan membentuk cara Haikal melihat sebuah persoalan.

Dari sinilah muncul sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana jika pengalaman di dunia motocross dan kemampuan di bidang teknologi dapat digabungkan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat?

Pertanyaan tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah gagasan yang kini dikenal sebagai PROTECXA.

PROTECXA merupakan inovasi Smart Adaptive Body Protector yang dikembangkan untuk memberikan perlindungan lebih komprehensif bagi pembalap motocross. Ide ini lahir dari pengalaman Haikal yang memahami secara langsung bahwa motocross bukan hanya tentang kecepatan dan keterampilan mengendalikan motor, tetapi juga memiliki berbagai risiko, mulai dari benturan, kelelahan, peningkatan suhu tubuh, hingga kondisi darurat saat berada di lintasan.

Melalui latar belakangnya sebagai seorang yang sejak kecil dekat dengan motocross sekaligus memiliki ketertarikan pada teknologi, Haikal mencoba melihat keselamatan pembalap dari perspektif yang berbeda. Baginya, perlindungan tidak seharusnya hanya bekerja ketika kecelakaan terjadi, tetapi juga mampu memberikan informasi mengenai kondisi pembalap dan membantu mendeteksi risiko lebih awal.

Gagasan tersebut kemudian dituangkan melalui PROTECXA yang menggabungkan teknologi sensor, sistem komunikasi, kecerdasan buatan, serta mekanisme perlindungan adaptif. Di dalamnya terdapat berbagai teknologi yang dirancang untuk memantau kondisi pembalap sekaligus memberikan perlindungan fisik dan membantu menjaga kondisi tubuh selama berada di lintasan.

Perjalanan menciptakan PROTECXA juga menjadi gambaran bagaimana pengalaman personal dapat berkembang menjadi sebuah inovasi. Hobi yang awalnya hanya menjadi bagian dari kehidupan Haikal sejak kecil, perlahan berubah menjadi sumber inspirasi untuk memecahkan persoalan yang ia temui di dunia yang sama.

Bagi Haikal, teknologi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Teknologi harus berangkat dari permasalahan nyata dan memberikan manfaat bagi orang yang menggunakannya. Prinsip itulah yang kemudian membawanya dari lintasan motocross, ruang kelas, panggung kompetisi mahasiswa, hingga meja pengembangan sebuah inovasi.

Dengan berbagai peran yang dijalaninya sebagai mahasiswa, pembalap motocross, penerima penghargaan nasional, peserta PIMNAS, dan content creator, Haikal menunjukkan bahwa satu identitas tidak harus membatasi seseorang untuk berkembang di bidang lainnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *