Dari Kanvas ke Laporan Keuangan: Saat Hobi Coret-Coret Mulai Kenal Realita

Written by

in

Dari Kanvas ke Laporan Keuangan: Saat Hobi Coret-Coret Mulai Kenal Realita.Siapa bilang Ibu Rumah Tangga (IRT) cuma sibuk mengurus jemuran dan menu makan siang?

Kalau kamu mampir ke sudut meja kerjaku di rumah, kamu bakal menemukan pemandangan yang sedikit “ajaib”: aneka kuas di dalam kaleng, kotak penuh cat akrilik, spidol di mana-mana, dan buku gambar serta tumpukan kertas yang penuh dengan gambar lukisan serta doodle.

Sebagai seorang IRT yang memang passionate banget sama dunia kerajinan tangan, khususnya seni melukis dan bikin doodle, menggambar adalah sarana healing paling ampuh.

Memang, setelah “pensiun” dari dunia sosmed, aku sempat live menggambar dan mengandalkan gift untuk berkarya, tapi lama kelamaan aku jenuh, karena tidak imbang dengan effort yang dikeluarkan. Akhirnya, semua karya ini kebanyakan berakhir jadi pajangan di sudut rumah atau hadiah buat teman-teman dekat.

Tapi, entah angin apa yang membawa, belakangan ini keberanianku mendadak naik level. Aku mulai memberanikan diri mencicipi dunia UMKM!

Bahkan yang bikin makin deg-degan sekaligus antusias, aku mulai diajak ikutan bazar. Bayangkan, karya yang biasanya cuma dinikmati sendiri, tiba-tiba harus nampang di atas meja pameran dan dinilai langsung oleh mata pengunjung! Seru? Banget. Tapi jujur, rasanya juga penuh kejutan.

Kejutan Dunia UMKM: Usaha Ramai Belum Tentu Untung!

Nah, bicara soal pengalaman baru jadi pelaku UMKM, hari ini aku dapat pengalaman yang mahal banget. Aku menghadiri sebuah sesi pelatihan seru yang bernama Pelatihan Falah, berlokasi di Gedung Koperasi Sunburst.

Jujur, begitu masuk ruangan dan melihat antusiasme peserta lain, aku langsung merasa dapat suntikan energi baru. Ada sekitar 130 pelaku UMKM se-Tangerang dan Tangerang Selatan yang berkumpul di sana! Mulai dari yang jualan kuliner, fashion, sampai sesama pengrajin kriya seperti aku. Ruangan rasanya penuh dengan semangat juang para pemilik usaha lokal.

Namun, ada satu kalimat yang langsung “menampar” kesadaranku begitu materi dimulai. Sebuah topik mendasar tapi sangat krusial yang diangkat hari ini: “Usaha Ramai Belum Tentu Untung.” Juaranya bikin termenung, kan?

Sebagai pemula di dunia bisnis kecil-kecilan, dalam pikiranku dulu simpel saja: kalau barangku laku keras di bazar dan pembeli antre, artinya aku sukses dan dapat uang banyak. Tapi ternyata, realitanya tidak sesederhana itu! Di pelatihan Falah ini, kami dibukakan matanya lebar-lebar soal pentingnya strategi pengelolaan keuangan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *